Perjalanan hari, pekan, bulan, kadang
tak terasa kita lalui. Tahu-tahu telah setahun waktu berganti. Tahu-tahu
usia pun bertambah satu. Seiring berjalannya waktu, sebentar lagi tahun
2008 akan segera berganti dengan tahun 2009 dalam penanggalan
miladiyah. Begitu pula hitungan tahun hijriahpun hampir bersamaan
berganti. Dari tahun 1429 kini hendak berganti 1430 Hijriah. Kalau kita
renungkan, pergantian tahun esensi sesungguhnya bukan sekedar sebuah
pertambahan dari suatu waktu ke waktu berikutnya. Dalam perubahan ini,
idealnya mengantarkan kita pada kebaikan-kebaikan baru, pada nilai-nilai
positif baru, serta pada akumulasi peningkatan nilai tambah diri yang
lebih baik. Intinya saat tahun berganti, mari kita pastikan kebaikan
bertambah. Akan sayang sekali kalau bertambahnya waktu ternyata tidak
diiringi dengan kebaikan dan nilai-nilai positif baru yang didapatkan.
Apa yang terjadi dalam konteks
perubahan waktu ini, ternyata melingkupi kita semua sebagai sebuah
kelaziman dalam konteks perubahan. Dalam perubahan yang terjadi tentu
saja terdapat nilai positif dan negatif yang ada di dalamnya. Walau
begitu, mestinya jika kita hitung-hitung, nilai-nilai positif yang ada
dalam diri kita sebaiknya berjumlah lebih banyak dibanding dengan nilai
negatif yang ada.
Dalam memaknai pergantian tahun ini,
mari kita lihat sejauh mana kita telah melangkah dan berada pada arah
yang kita cita-citakan dalam hidup kita. Ada dua faktor utama yang harus
diikutkan dalam pembicaraan tentang bagaimana kita menilai kemajuan
diri kita. Faktor itu adalah, faktor internal dan eksternal.
Secara internal, kita sudah mulai
menghitung kemajuan apa saja yang kita dapatkan di tahun ini. Apa
nilai-nilai positif yang kita miliki jika dibandingkan setahun yang
lalu. Apa pula nilai tambah (baik aspek pengetahuan, wawasan,
keterampilan teknis atau apapun yang kita pelajari dan kuasai) yang kita
benar-benar mendapatkannya di tahun ini. Dengan membandingkan secara
subyektif (karena memang hal ini bisa berbeda setiap orangnya) kita akan
memperoleh gambaran jujur tentang bagaimana kita di tahun ini. Apakah
berkategori sama dengan tahun sebelumnya, lebih baik atau malah justeru
menurun dibandingkan tahun yang lalu.
Adapun faktor eksternal yang bisa kita
cermati adalah bagaimana reaksi lingkungan sekitar terhadap kita.
Artinya respon lingkungan sekitar menjadi salah satu indikator penting
bagaimana kita diposisikan oleh orang lain. Akseptabilitas menjadi
penting artinya, dengan melihat bagaimana reaksi yang lain pada diri
kita, kita bisa bercermin secara jernih siapa kita sebenarnya dan apa
pula yang lingkungan sekitar kita harapkan dari diri kita.
Kita disamping sebagaimana manusia pada
umumnya, sesungguhnya memiliki keunikan atau kekhasan yang berbeda.
Sekalipun ada yang kembar, tetap saja manusia memiliki perbedaan satu
dengan yang lain. Sekalipun banyak mahasiswa misalnya, tidak banyak
orang yang kenal dengan ikon aktivis mahasiswa. Begitu pula dalam dunia
apa saja, dibalik yang banyak, ada yang berbeda. Sebaliknya seberapapun
bedanya kita, kalau kurang spesifik bisa mengakibatkan kita kurang
berbeda. Kurang dikenali dan dianggap khas. Artinya kita harus bisa
memposisikan diri apa adanya sebagai sebuah pribadi yang memiliki
integritas. Walau keunikan ini secara alamiah kita miliki, kita juga
jangan pernah lelah terus dan terus menggali potensi diri kita. Ingat
semakin potensi kita tergali, terasah dan teroptimalkan, maka dengan
sendirinya, kita akan tumbuh jadi pribadi yang berbeda secara alamiah.
Diri kita akan tersegmentasi ke dalam sesuatu yang khas atau unik tanpa
harus ngoyo atau menyengaja alias asal beda.
Mari akhiri tahun ini dengan
rencana-rencana brilian mengarungi tahun depan. Mari siapkan tahun depan
dengan sejumlah kebaikan baru yang akan segera ciptakan. Mari kita
bergandengan tangan, menjadikan diri kita adalah bagian dari kebaikan
secara bersama-sama. Karena baik sendirian pastilah akan melelahkan,
karena baik tapi tak ada teman hanya akan mengantarkan kita pada
kesunyian langkah diri. Mari kita tekadkan diri agar hidup kita adalah
kehidupan terbaik yang bisa kita persembahkan bagi kehidupan semesta.
sumber : http://nsudiana.wordpress.com/2008/12/19/ketika-tahun-bertambah-satu/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar